Aksi Ecology Policing Polres Trenggalek Selamatkan Sumber Mata Air Atasi Kekeringan

TRENGGALEK – Konsistensi jajaran Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek Polda Jatim dalam memitigasi bencana kekeringan melalui metode Ecology Policing menuai respons positif dari masyarakat serta pemangku kepentingan (stakeholder).

Terobosan inovatif ini dinilai menjadi salah satu strategi paling efektif dalam melindungi ekosistem kawasan hutan serta menyelamatkan sumber mata air di Kabupaten Trenggalek.

Langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan yang digalakkan oleh kepolisian tersebut dibuktikan lewat agenda penanaman pohon dan pelepasliaran satwa endemik yang berlokasi di kawasan mata air Sumbergedong, Pundensari, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Melalui komitmen Ecology Policing Polres Trenggalek Polda Jatim ini, pihak kepolisian tidak bergerak sendiri. Sinergi lintas sektor bersama Perhutani dan BBKSDA diwujudkan lewat penanaman vegetasi pelindung air serta pelepasan satwa pelindung ekosistem.

Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H mengatakan, satwa-satwa ini nantinya diproyeksikan membantu penyebaran benih tanaman secara alami agar biodiversitas hutan tetap terjaga.

Dalam aksi ini, sejumlah flora dan fauna yang dilepasliarkan meliputi 20 batang pohon Beringin (berfungsi optimal mengikat air tanah),5 batang pohon Salam,5 batang pohon Jambu,1 ekor burung Pancawarna (satwa dilindungi) dan 3 ekor burung Gelatik Jawa (satwa dilindungi)

“Kami memastikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Polres Trenggalek Polda Jatim berkomitmen untuk mereplikasi agenda serupa di berbagai titik sumber mata air dan kawasan hutan kritis lainnya secara berkelanjutan,” tegas AKBP Rizky, Rabu (7/10/2026).

Ia juga mengimbau warga Kabupaten Trenggalek, terutama yang bertempat tinggal di sekitar batas hutan, untuk setop melakukan pembalakan liar, pembakaran lahan, maupun perburuan satwa liar.

AKBP Rizky Tri Putra menjelaskan bahwa program ini lahir dari pemikiran taktis untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Terlebih, Kabupaten Trenggalek memiliki karakteristik wilayah yang didominasi oleh kawasan hutan.

“Berawal dari pemikiran bagaimana kita semua bisa mengambil langkah strategis menghadapi fenomena El Nino dan kekeringan. Sekaligus bersiap menjelang musim penghujan yang kerap diiringi bencana banjir dan tanah longsor,” ujar AKBP Rizky.

Berdasarkan data geografis, sekitar 67 persen wilayah Kabupaten Trenggalek berada di bawah naungan Perhutani, di mana 54 persen di antaranya berstatus sebagai kawasan hutan resmi.

Menurut Kapolres Trenggalek, potensi hijau yang besar ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk merawat hulu mata air demi mencegah krisis air bersih dan bencana hidrometeorologi.

Kegiatan berdampak yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., ini mendapat atensi serius dari jajaran Perum Perhutani KPH Kediri dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Gerakan pro-lingkungan ini mendapat apresiasi tinggi dari Administratur (Adm) Perhutani KPH Kediri, Miswanto, S.Hut., M.H. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi menggabungkan reboisasi dengan pelepasliaran satwa merupakan konsep yang sangat komprehensif.

“Selama ini gerakan lingkungan kerap kali hanya berfokus pada menanam pohon. Namun, seperti yang dipaparkan Bapak Kapolres, satwa juga memiliki peran vital merawat ekosistem sekaligus memberi mereka kesempatan kedua hidup di alam liar. Konsep ini perlu kita adopsi pada program reboisasi ke depan,” urai Miswanto.

Apresiasi senada juga datang dari perwakilan BBKSDA Jatim, Ruki Umaya, S.Hut., M.Si. Pihaknya mengaku bangga atas kepedulian kepolisian terhadap kelestarian alam hayati di Jawa Timur.

“Kami dari BKSDA siap memberikan dukungan penuh secara berkelanjutan. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres beserta seluruh jajaran atas inisiasi luar biasa ini,” tutur Ruki.

Sebagai penutup, BBKSDA mengingatkan semua elemen masyarakat untuk ikut mengawasi habitat baru satwa yang dilepas tersebut dari ancaman para pemburu liar agar ekosistem hutan Trenggalek dapat pulih seutuhnya. (*)

  • Related Posts

    Polsek Kawasan Pelabuhan Pantau Budidaya Ikan Konsumsi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    GRESIK – Polres Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pengecekan dan pemantauan kolam budidaya ikan konsumsi di kawasan Pelabuhan…

    Tanggap Darurat Kekeringan, Polres Malang Pasok 35 Ribu Liter Air Bersih ke Dua Kecamatan

    MALANG – Polres Malang Polda Jatim menyalurkan 35 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kemarau panjang di Kabupaten Malang. Bantuan sosial ini menyasar masyarakat di Kecamatan Sumbermanjing Wetan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Berita Pilihan

    Polsek Kawasan Pelabuhan Pantau Budidaya Ikan Konsumsi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    • By Redaksi
    • Oktober 9, 2026
    • 3 views
    Polsek Kawasan Pelabuhan Pantau Budidaya Ikan Konsumsi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    Tanggap Darurat Kekeringan, Polres Malang Pasok 35 Ribu Liter Air Bersih ke Dua Kecamatan

    • By Redaksi
    • Oktober 9, 2026
    • 2 views

    Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Lintas Daerah

    • By Redaksi
    • Oktober 9, 2026
    • 2 views

    Polisi Perkuat Pemberantasan Premanisme untuk Jaga Kepastian Hukum Dunia Usaha

    • By Redaksi
    • Oktober 9, 2026
    • 2 views

    Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Lima Tersangka Diamankan

    • By Redaksi
    • Oktober 9, 2026
    • 3 views

    Kepala BRAN Temui Pimpinan Bank Tanah, Perkuat Sinergi Reforma Agraria

    • By Redaksi
    • Oktober 9, 2026
    • 3 views