GRESIK – Polres Gresik terus menunjukkan langkah Nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hari ini, Senin (16/3/2026), Bhabinkamtibmas Desa Sumberrame membantu warga untuk merawat tanaman pisang tepatnya di lahan milik warga di Desa Sumberrame Kecamatan Wringinanom , Kabupaten Gresik.
Perawatan kali ini membantu petani membersihkan rumput disekitar tanaman cabe. Selain itu Bhabinkamtibmas menggerakkan petani untuk menanam cabe di lahan baku sawah atau di lahan lainnya yang dapat ditanami .
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya Polri untuk mendukung penuh program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.
Bersama pemilik lahan, Bhabinkamtibmas Desa Sumberrame memberikan penjelasan terkait program ketahanan pangan.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasutipn, melalui IPTU Ahmad Fahri., menegaskan bahwa peninjauan ini adalah perwujudan nyata komitmen Polri.
“Polri berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional dengan rutin melakukan kegiatan di lapangan, menggerakkan warga untuk turut aktif diberbagai sektor yaitu pertanian, perikanan maupun peternakan, sekaligus memberikan ilmu tentang pertanian, perikanan dan peternakan tersebut di masing-masing pekarangan dan lahan milik warga maupun pemerintah,” terang IPTU Ahmad Fahri.
IPTU Ahmad Fahri menambahkan bahwa seluruh jajaran, dari pimpinan hingga anggota Polsek, berperan aktif sebagai penggerak bagi seluruh warga, baik petani maupun non-petani. Mereka menjadi inisiator program ketahanan pangan yang dilaksanakan baik di lahan pribadi maupun pemerintah.
Selain mempererat hubungan antara masyarakat dan Polri, kegiatan ini juga membuat masyarakat merasa lebih diperhatikan di sektor pertanian, sehingga cita-cita swasembada pangan dapat terwujud.
IPTU Ahmad Fahri menegaskan bahwa Polri, melalui Polsek Wringinanom , mendukung penuh program pemerintah dan akan konsisten melaksanakan kegiatan peninjauan serta pendampingan kepada warga. Hal ini dilakukan guna bersama-sama mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.
“Kegiatan ini sangat membantu petani sebagai sarana monitoring terhadap proses penanaman hingga panen terkait tanaman cabai” tutup IPTU Ahmad Fahri .
